Senin, 28 September 2015

Menjadi Tua Bersama Kla Project


Menjadi Tua Bersama Kla Project

Aksi Katon di Konser
"...sejuta asa yang sempat kutitipkan di dalam sinar matamu pribadi yang sederhana menjanjikan kesejukan kasih nan murni ternyata tlah menjadi kebahagiaan hati yang tiada terperi mari genggam jemari memadu dua hati saling memiliki...." Siapa remaja di akhir tahun '80-an yang tak kenal penggalan lirik itu? Itu adalah bagian lirik lagu  "Tentang Kita" yang merupakan hits pertama Kla Project, yang dibawakan secara duet oleh vokalisnya, Katon dan backing vocal, Sisca. Radio mana yang tak menampilkan lagu-lagu Kla di tangga lagu papan atasnya era itu? Mobil siapa yang tak memutar Kla waktu itu?  Lirik-lirik puitis itu kembali dibawakan kelompok musik itu di Ballroom Hotel Sunan Solo,  Sabtu malam 16 Februari 2013, menandai ultah Kla yang ke-25. Kla didatangkan oleh  Ideunik dan Hotel Sunan Solo.
Tak kurang 1.000 kursi habis diborong para klanis,  fans setia Kla yang kini sudah berusia 40-an tahun. Sebagian besar datang berpasangan, tentu ingin mengenang romantisme masa pacaran. Seperti halnya saya, yang hadir bersama mantan pacar (baca: suami). Beberapa membawa serta anak-anak mereka. Cukup mengejutkan, karena saya lihat ada anak kecil yang hapal semua lirik Kla. Dia ikut menyanyi di antara orang-orang setengah tua (STW) yang menyesaki lokasi konser.
Kali pertama Kla konser di Solo adalah pada di tahun 1997. Saya menonton waktu itu. Kla konser lagi di  Solo tahun 2000. Saya juga menonton. Jadi sudah 13 tahun kami menunggu. Bahkan ketika para personel Kla sendiri bubar, lalu kumpul lagi dalam format reuni, kami para penggemar Kla di Solo masih setia menantikan kehadirannya.
Kami rela membayar cukup mahal tiket yang dijual Rp 300 rb untuk VIP (separuh bagian depan) dan Rp 200 rb untuk reguler (separuh bagian belakang), yang dijual lebih murah Rp 50 ribu untuk pre sale, hingga 1 hari menjelang hari H, untuk menuntaskan kerindukan kepada Katon, Lilo dan Adi. Kerinduan untuk menyanyi bersama mereka, lagu-lagu yang romantis dan sangat khas, sangat Kla.
Dan rindu itu pun terlampiaskan Sabtu malam. Tak kurang 12 lagu dibawakan Katon dkk. Selain "Tentang Kita" ada "Terpuruk Ku Disini", "Semoga", "Yogyakarta", "Peri Kecil","Lagu Baru", "Gerimis", "Semoga", "Satu Kayuh Berdua", "Tak Bisa Ke Lain Hati", dan lagu favorit saya yang dibawakan solo oleh Lilo:  "Meski Tlah Jauh." Kami ikut menyanyi, dan kami merasa muda kembali, menjadi remaja kembali, pura-pura masih SMA lagi.
13611131161461782441
Adi dan Lil
Duapuluh tahun berlalu, dan kami masih hapal lirik-lirik lagu itu. Buktinya, Kami tak memberi kesempatan Katon atau Lilo menyanyikan sendiri lagu-lagu mereka. Suara koor penonton selalu menggema di semua lagu yang dibawakan. Penonton sebagian besar memilih berdiri dan ikut jejingkrakan ketika lagu-lagu berirama cepat dibawakan, dan melambai-lambaikan tangan sambil terus ikut menyanyi saat lagu-lagu syahdu dilantunkan.
Hingga ketika konser yang memakan waktu 2 jam itu usai, kami tak segera meninggalkan ballroom Hotel Sunan. Kami masih ingin menyanyi bersama Kla. Tapi kami akhirnya sadar, suara kami sendiri sudah hampir habis. Apalagi Katon sang vokalis. Ya, kami lihat Katon memang masih atraktif. Tapi tak seperti dulu lagi. Beberapa lagu dibawakan, dia tampak ngos-ngosan. Usai konser, dia mandi keringat. Padahal tak semua lagu membuat dia harus jingkrak-jingkrak. Ada beberapa yang bahkan hanya butuh suara dan penjiwaan non fisik. Seperti di lagu "Semoga". Bahkan saat "Meski Tlah Jauh", Lilo yang maju. Jadi Katon bisa istirahat.
Namun konser memang harus selesai. Kami juga sudah capek menyanyi dan jingkrak-jingkrak, seperti juga Katon. Seperti Kla, kami juga beranjak menua. Kami para penonton akhirnya pulang dan akan kembali menikmati Kla melalui gadget kami, atau radio yang segmennya orang-orang setengah tua seperti kami.
13611143201850291407
Hingga pulang ke rumah, saya masih terbayang-bayang lagu-lagu Kla. Lirik-lirik yang indah dan begitu dalam, bersenyawa dengan melodinya. Di era sekarang, saya belum mendapati grup band yang seperti itu. Mungkin ada yang mendekati seperti kelompok Padi, tapi belum sematang Katon dkk. Ah, mungkin ini hanya subyektivitas saya saja.
Sudah 25 tahun berlalu... Dan kami masih mendengarkan lagu yang sama. Lagu-lagu Kla memang begitu memorable.
Jadi maafkan kami yang tak bisa menikmati Kangen Band, No-Ah, Smash, Cherry Bell, atau Coboy Junior. Karena telinga kami sudah terlalu biasa mendengarkan Kla.....
Terima kasih, Kla! Terima kasih, Hotel Sunan Solo!
"..biduk tlah ditambatkan berlabuh di pantaimu..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar