Banyak karyawan instansi maupun yang merasa cemas saat memasuki masa pensiun. Namun bagi Sukandar Katrijoko, begitu pensiun dari BUMN malah mengantarkan sukses besar menjadi bos pabrik roti. Kisahnya tersebut kini menginspirasi banyak kalangan.
SUKANDAR Katrijoko,61, kini menjabat sebagai Direktur Utama Roti Mandiri, yaitu roti murah berharga Rp 1.000 yang biasa ditemui di warung-warung. Dia memproduksi puluhan ribu bungkus roti untuk pasaran Jabodetabek dan sekitarnya. Me narik nya, produk rotinya tidak pernah kembali alias habis diserap di pasaran. Usaha yang tergolong sukses tersebut terhintung dirintis enam tahun terakhir. Bela kangan Kandar, panggilan akrabnya, kerap diundang sebagai narasumber seminar entrepreneurship.
Dia juga kerap menjadi motivator dalam acara yang dihadiri oleh calon-calon karyawan berbagai instansi maupun perusahaan yang akan memasuki masa pensiun atau purnabakti. Menurut Kandar, usia senja tidak menjadi penghalang seseorang menjadi sukses. Dia tidak percaya dengan pandangan orang di sekitar, yang mengatakan sukses itu hanya bisa dimulai sebelum usia 35 tahun. Dia mencontohkan, bintang film cowboy, Charles Bronson, justru terkenal saat memasuki usia senja.
Begitupula dengan pendiri restoran Kentucky Fried Chicken, Colonel Harland Sanders, justru sukses saat dia pensiun dari tentara. Itu juga tak jauh berbeda dengan alm arhum Mbah Marijan yang tenar di usia senja dan menjadi bintang iklan. Tak lupa juga, almarhum Mbah Surip, menjadi orang kaya setelah albumnya ”Tak Gendong” meledak di pasaran. Mereka itu sukses tatkala berusia menjelang senja. Bagi Kandar, menjadi entrepreneur yang sukses itu bisa diraih hanya dengan modal nekat alias berani, bekerja dengan ikhlas, dan jangan terburu-buru mengejar keuntungan.
Modal uang jusru bukan prioritas utama alias berada pada urutan yang ke sekian. Pria kelahiran Jogjakarta, 3 Agustus 1951 itu memulai bisnis roti pada 2002. Yaitum semenjak dia aktif menjabat sebagai Kepala Unit Instalasi Komputer di PT Pupuk Sriwijaya (Pusri), yang berkantor di Jakarta. Ide bisnis roti itu berawal dari keluhan warganya yang rata-rata korban PHK. Ada yang dari pegawai negeri, maupun karyawan swasta. Kebetulan Kandar waktu itu memang menjabat sebagai salah satu Ketua RW di Kelurahan Petukangan Utara, Jakarta Selatan. ”Bagaimana Pak RW kalau kita bikin pabrik roti saja,” paparnya menceritakan usulan salah satu warganya kala itu Ketika masih aktif di BUMN, ayah kandung Diedo Maradona SH tersebut, juga tak asing dengan roti.
Dikatakan, dia sering membawa roti dan menjualnya ke tempatnya bekerja. Roti-roti tersebut dia dapatkan dari sebuah pabrik roti yang dekat dengan tempat tinggalnya yang terdahulu. Maka Kandar tidak berat untuk mengambil keputusan. Bersama dengan empat orang warganya, dia patungan untuk modal awal. ”Saya bilang kumpukan dulu modal kalian berapa, kekurangannya saya. Dua bulan terkumpul 105 juta. Dua orang 10 juta, dua orang 20 juta, sisanya saya,” ungkapnya. Modal tersebut dibelikan mesin produksi roti bekas. Pabrik didirikan di atas lahan seluas 800 m2 yang disewa setahun Rp 11 juta.
”Kita dirikan pabrik roti sendiri. Makanya kita namanya Roti Mandiri,” ungkap Kandar saat ditemui di sela-seca Acara PT Bogasari di Jakarta belum lama ini. Produksi awal rata-rata 4.300 bungkus roti per hari. Dengan mempekerjakan delapanj karyawan dan 16 penjual keliling, satu bungkus dijual Rp 500. Kandar sengaja membidik segmen bawah. Roti dikemas secara manual dengan plastik sedarhana. Di atasnya diberi label kertas yang disteples. Kendati segmen bawah, tapi Kandar paling serius memperhatikan kualitas produknya. ”Ada beberapa jenis roti yang kami produksi.
Yaitu roti goreng, roti manis, dan bakpia,” cetusnya juga. Karena memiliki pabrik, Kandar mengurus pendirian Perseroan Ter batas atau PT. Empat orang warganya yang patungan modal dia diangkat menjadi direktur bagian. Sementara Kandar sebagai Direk tur Utama (Dirut). Kendati begitu Kan dar tidak terlalu mendominasi karena waktu itu masih aktif bekerja sebagai PNS di BUMN
- See more at:
http://www.indopos.co.id/2014/03/buka-usaha-bermodal-nekat-patahkan-mitos-tua-tak-bisa-sukses.html#sthash.tra085qe.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar