Minggu, 17 Agustus 2014

Dialog Kakek dg Cucu Perihal Do’a


Dialog Kakek dg Cucu Perihal Do’a

Setelah beberapa waktu kakek tidak ngabuburit sambil ngobrol dengan cucunya, Alhamdulillah akhirnya berkesempatan kembali bertausiyah kecil-kecilan kepada cucunya. “Cucuku kali ini kakek ingin menyampaikan sebuah hadits”, itulah kata pembuka kakek untuk menarik perhatian cucunya. Dan karena mendengar bahwa yang akan disampaikan adalah hadits, cucunya langsung antusias dan sepertinya tidak sabar menunggu apa yang akan disampaikan.

Suatu saat Rasululloh Saw bersabda kepada para sahabatnya “Dulu jauh sebelum masa kalian, ada 3 orang pemuda yang melakukan perjalanan, di tengah perjalanan dengan suatu alasan mereka masuk ke sebuah gua, saat mereka berada di dalamnya tiba-tiba ada batu besar yang menutup pintu masuk gua, mereka kaget dan secara bersama-sama berusaha mendorong batu tsb sampai 3 kali, namun tidak sedikitpun bergeser. Kemudian mereka berdiskusi dan akhirnya mereka menyadari hanya Alloh yang dapat menolong mereka dari keterkurungan di dalam gua tersebut, dan mereka akan berdo’a dengan mengingat amal terbaiknya.

Pemuda pertama mempunyai orang tua yang sudah lemah, bahkan dia yang mengurus semua kebutuhannya, pemuda itu tidak pernah mendahului makan atau minum sebelum orang tuanya selesai makan dan minum. Suatu malam dia pulang agak lambat, dia langsung memeras susu, namun saat didatangi, orang tuanya telah tertidur lelap dan dia tidak berani membangunkannya, dia duduk disamping mereka sambil menjagainya, dan akhirnya orang tuanya terbangun saat hari menjelang subuh, kemudian dia meminumkannya.

Pemuda itu berdo’a “Ya Alloh saya menjaga orang tua tidak sampai satu malam, sedangkan mereka berjaga untukku tidak terbilang hari, bulan dan tahun, namun seandainya itu adalah amalan terbaik saya, mohon Engkau singkirkan batu di depan gua itu”, dan dengan berakhirnya do’a, batupun bergeser, namun masih belum bisa dilewati.

Pemuda kedua, dia mempunyai saudara jauh seorang gadis cantik yang dicintainya, tapi gadis itu menolaknya. Suatu saat gadis itu mendatanginya dan menyampaikan bahwa dia perlu sejumlah uang untuk menebus hutang yang tidak bisa diundurkan pembayarannya bahkan si penagih mengancam keselamatan orang tuanya.

Pemuda itu sanggup memberikan uang dengan syarat gadis itu bersedia memenuhi hasrat syahwatnya.Karena tertekan gadis itupun bersedia memenuhi syarat yang diajukan, kemudian gadis itu dilucuti pakainnya, namun gadis itu berkata “Jangan sentuh saya dengan cara bathil, lakukan dengan cara halal”.

Seketika pemuda itu terkejut, dan sadar akan niat jahatnya, diapun langsung beristighfar dan menyuruh si gadis berpakaian kembali serta memberikan sejumlah uang yang diperlukan oleh gadis, tanpa harus dikembalikan. Dia berdo’a “Ya Alloh, saya menghindari perbuatan jahat karena takut akan murka-Mu, seandainya itu amal terbaik saya, geserkan batu itu”. Dan dengan ijin Alloh batupun bergeser, namun tetap masih belum bisa dilewati.

Pemuda ketiga, seorang yang kaya dan memperkerjakan beberapa pegawai, namun ada seorang pegawainya yang tidak mau dibayar upahnya, bahkan dia pergi tanpa memberi tahu kemana tujuannya. Upahnya tetap dipisahkan dari hartanya dan dibelikan kebun dan ternak, dan dengan berjalannya waktu, kebun dan ternaknya bertambah terus.

Suatu saat bekas pegawainya kembali dan meminta upah yang dulu tidak pernah diambilnya, oleh pemuda itu ditunjukkan kebun dan ternak yang berasal dari upahnya tsb. Awalnya bekas pegawainya menolak, karena yang dimintanya hanya sebatas jumlah upahnya, tapi setelah disampaikan bahwa itu adalah harta yang berasal dari upahnya yang berkembang secara halal, kebun dan ternaknya diterima oleh bekas pegawainya.

Kemudian dia berdo’a “Ya Alloh, saya menjaga harta tenaga upahan itu semata-mata menjalankan amanah-Mu, seandainya itu adalah amalan terbaik saya, maka geserkanlah batu itu”. Dan Alloh-pun mengabulkan do’anya, dan batunya bergeser, sehingga cukup untuk dilewati. Akhirnya ke tiga pemuda itu bisa keluar dari keterperangkapan di dalam gua.

Setelah mendengar kisah berdasar hadits yang panjang, cucunya bertanya “Jadi apa pelajaran yang bisa diambil dari hadits tsb”?………. Emh betapa senangnya kakek mendapat pertanyaan cucunya itu. “Cucuku, memang tidak semata-mata Rasul Saw menyampaikan suatu kisah, Alloh menyampaikan kisah-kisah umat terdahulu kepada hamba-Nya dalam Al Qur’an, semua itu harus jadi pelajaran untuk umat berikutnya”.

Pelajaran Pertama, do’a kita akan terbantu oleh amal-amal baik yang dilakukan terus menerus yang tanpa mengharap imbalan apapun dan dari siapapun, kecuali ridho Alloh Swt semata.

Pelajaran Kedua, dengan mengurai amalan baik para pemuda itu. Pemuda Pertama, bukan seorang yang egois, dia sangat memperhatikan kehidupan dan kebutuhan orang lain, bahkan mengutamakannya dengan mengakhirkan keperluannya. Ini adalah suatu amalan yang dianjurkan Alloh Swt, dan Alloh menyayanginya, kemudian mengabulkan do’anya.
Pemuda Kedua, orang yang sangat berhati-hati atas harta, dia tidak mau mengambil hak orang lain, dijaganya harta orang lain yang dalam penguasaannya sebagai amanah, Alloh pasti menyayangi hamba-Nya tersebut, dan do’anyapun dikabulkan.

Pemuda Ketiga, orang yang tidak mau melakukan perbuatan dosa walau dia mampu melakukannya, tidak ada yang bisa menghalanginya karena dia punya kekuasan, tapi karena ingat Alloh, dia menghindari perbuatan dosa itu. Perbuatan itupun disukai Alloh, sehingga do’anya dikabulkan.

Pelajaran Ketiga, kita bisa memaknai bahwa kisah di atas sangat relevan sepanjang zaman, banyak manusia yang sengaja masuk dalam perangkap egoisme, tidak pernah memperhatikan dan membantu kaum yang lemah, bahkan mereka dipinggirkan atau dieksploitasi untuk kepentingan tertentu.

Kemudian masuk dalam perangkap mencintai harta secara berlebihan, tidak pernah memperhatikan halal dan haramnya, mengambil yang bukan haknya, kalau diamanahi harta orang lain dia akan hianat. Yang terakhir adalah perangkap kekuasaan yang dipergunakan secara zalim, sewenang-wenang, kaum yang lemah dijadikan mangsa syahwatnya, yang penting kepentingan terpenuhi dengan segala cara, bahkan dengan cara bathil.

Pelajaran Terakhir, Bagaimana Alloh akan mengabulkan do’a,  jika kita masih terperangkap dan tidak berusaha untuk keluar dari keterperangkapan, bahkan perangkap itu sengaja dibuat dan makin diperkuat. Na’udzubillah.

Boleh jadi karena sangat panjang obrolannya, saat kakek melirik ternyata cucunya tertidur. Namun dia bahagia karena telah menyampaikan sesuatu yang sebetulnya itu adalah pesan untuk dirinya sendiri. Wallohu ‘alam. (dari http://p2tel.or.id/2012/08/dialog-kakek-dg-cucu-perihal-doa/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar